Tuesday, March 25, 2008

Andai aku punya Bank

Sejak kecil kita diajarkan untuk rajin menabung. Ketika mulai remaja kita diperkenalkan dengan bank dan disarankan untuk melakukan transaksi melalui bank. Dengan pengalaman tersebut kita menjadi percaya bahwa bank merupakan tempat yang aman untuk menyimpan uang dan menguntungkan bagi orang-orang yang menabung.

Belakangan ini saya banyak berhubungan dengan bank dan melihat hal-hal yang kurang bisa diterima oleh akal saya. Misalnya, saya melihat pengumuman di bank yang menunjukkan deposito yang dijamin oleh bank maksimal adalah 100 juta rupiah. Artinya, jika saya memiliki uang 500 juta rupiah dan saya depositokan di sebuah bank, maka hanya 100 juta rupiah yang dijamin untuk dikembalikan jika bank tersebut runtuh. Uang saya yang 400 juta rupiah "mungkin" akan dikembalikan jika masih terdapat dana sisa setelah semua rekening yang jumlahnya 100 juta milik nasabah dikembalikan. Hmm.. ternyata menyimpan uang di bank tidak seaman yang semula saya pikirkan.

Lalu, dengan resiko kemungkinan kehilangan uang yang kita tanggung tersebut, apakah kita sebagai nasabah mendapatkan keuntungan lebih? Dengan resiko yang bertambah tersebut, seharusnya kita mendapatkan bunga yang lebih besar pula. Sekali lagi, ternyata tidak. Bunga bank pada saat ini adalah sekitar 0.5% per bulan. Nilai yang sangat kecil dibandingkan dengan resiko yang kita tanggung. Sementara itu, bank sendiri menerapkan bungan mulai dari 1% hingga 4% bergantung pada jenis pinjaman yang mereka berikan. Untuk kartu kredit misalnya, mereka menerapkan bungan 3% ke atas dengan pertimbangan resiko karena tidak adanya jaminan. Sementara itu, walaupun bank tidak memberikan jaminan terhadap seluruh uang kita, bunga yang kita terima tetap 0.5%.

Terpikirkan oleh saya untuk mengajukan pinjaman yang jumlahnya 500 juta rupiah dan kemudian memberikan pernyataan bahwa saya hanya menjamin pengembalian sebesar 100 juta rupiah. Saya ingin melihat bagaimana reaksi bank terhadap hal ini.

No comments: