Tuesday, March 20, 2007

Berfikir kreatif

Misalkan kita kehabisan bensin di tengah jalan. Sementara, kita harus membawa kendaraan yang kehabisan bensin tersebut ke suatu tempat. Satu-satunya jalan untuk mencapai tujuan kita adalah dengan mencari bensin yang dapat menghidupkan kembali mesin kendaraan yang mati tersebut. Ini merupakan pemecahan masalah yang sangat jelas dan mudah.

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita menemukan permasalahan seperti di atas yang dapat dengan mudah, atau secara otomatis, kita putuskan penyelesaian masalahnya. Mulai dari bangun tidur, sampai tidur lagi, hari demi hari, hal yang sama kita lakukan terus menerus sehingga kita sudah hafal langkah demi langkah penyelesaian masalah tersebut. Hal tersebut menjadi kebiasaan. Kebiasaan untuk berbicara cepat, kebiasaan untuk tidur pagi, kebiasaan untuk minum kopi dan lainnya dapat dilakukan tanpa berfikir dua kali.

Permasalahan mulai timbul ketika cara berfikir tersebut, yang didasarkan pada kebiasaan, digunakan untuk memecahkan permasalahan yang lebih memerlukan pemikiran kreatif. Sering kali kita tidak menyadari waktu-waktu dimana kita harus menggunakan cara berfikir yang lain.

Sebagai contoh, pada permasalahan mobil mogok sebelumnya, solusi yang pasti adalah mencari bensin. Tapi, bagaimana cara mendapatkan bensin tersebut merupakan hal yang perlu dipikirkan lebih teliti lagi dan dengan memperhatikan batasan-batasan yang kita miliki. Ketika menggunakan cara pikir dengan kebiasaan, maka hal yang akan mungkin kita lakukan adalah menelpon orang yang dekat dengan kita untuk meminta pertolongan, memanggil mobil derek, atau bahkan meninggalkan mobil di lokasi, untuk kemudian mencari bantuan. Tapi, mungkin akan sangat jarang orang yang berfikir untuk menyetop taksi dan membayar sebagian bensinnya dengan agak lebih mahal. Kalo taksinya mau ... :)

No comments: