Misalkan kita kehabisan bensin di tengah jalan. Sementara, kita harus membawa kendaraan yang kehabisan bensin tersebut ke suatu tempat. Satu-satunya jalan untuk mencapai tujuan kita adalah dengan mencari bensin yang dapat menghidupkan kembali mesin kendaraan yang mati tersebut. Ini merupakan pemecahan masalah yang sangat jelas dan mudah.
Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita menemukan permasalahan seperti di atas yang dapat dengan mudah, atau secara otomatis, kita putuskan penyelesaian masalahnya. Mulai dari bangun tidur, sampai tidur lagi, hari demi hari, hal yang sama kita lakukan terus menerus sehingga kita sudah hafal langkah demi langkah penyelesaian masalah tersebut. Hal tersebut menjadi kebiasaan. Kebiasaan untuk berbicara cepat, kebiasaan untuk tidur pagi, kebiasaan untuk minum kopi dan lainnya dapat dilakukan tanpa berfikir dua kali.
Permasalahan mulai timbul ketika cara berfikir tersebut, yang didasarkan pada kebiasaan, digunakan untuk memecahkan permasalahan yang lebih memerlukan pemikiran kreatif. Sering kali kita tidak menyadari waktu-waktu dimana kita harus menggunakan cara berfikir yang lain.
Sebagai contoh, pada permasalahan mobil mogok sebelumnya, solusi yang pasti adalah mencari bensin. Tapi, bagaimana cara mendapatkan bensin tersebut merupakan hal yang perlu dipikirkan lebih teliti lagi dan dengan memperhatikan batasan-batasan yang kita miliki. Ketika menggunakan cara pikir dengan kebiasaan, maka hal yang akan mungkin kita lakukan adalah menelpon orang yang dekat dengan kita untuk meminta pertolongan, memanggil mobil derek, atau bahkan meninggalkan mobil di lokasi, untuk kemudian mencari bantuan. Tapi, mungkin akan sangat jarang orang yang berfikir untuk menyetop taksi dan membayar sebagian bensinnya dengan agak lebih mahal. Kalo taksinya mau ... :)
Tuesday, March 20, 2007
Tuesday, April 26, 2005
Penyebaran Informasi Pribadi
Benar kata orang kalau saat ini disebut sebagai era informasi. Informasi menjadi suatu hal yang sangat bernilai dan penyebarannya pun semakin cepat dan mudah. Berita yang ada di belahan dunia lain, dalam beberapa menit dapat tersaji di depan mata kita melalui alat yang disebut televisi. Komunikasi antar dua manusia yang saling berjauhan pun menjadi semakin mudah dengan adanya mobile phone, email, internet dan lain sebagainya.
Sayangnya, kemudahan penyebaran tersebut tidak diikuti dengan pemahaman yang baik mengenai informasi yang seharusnya/sebaiknya disebarkan dan informasi yang sebaiknya/seharusnya tidak disebarkan. Salah satu kejadian yang sempat membuat heboh dunia adalah kematian Putri Diana yang berusaha menghindari kejaran paparazzi, sungguh suatu kejadian yang menyedihkan.
Hal yang mungkin juga tidak kita sadari adalah penyebaran informasi pribadi kita masing-masing. Setiap hari, informasi mengenai diri kita dapat berpindah tangan dari satu orang/badan ke orang/badan lainnya. Sebagai contoh adalah adanya email spam yang saat ini mulai dianggap sebagai bentuk kriminal. Itu masih belum seberapa. Beberapa hari terakhir ini saya mendapat telepon dari orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai rekanan dari bank yang memberikan kartu kredit kepada saya. Orang-orang tersebut sangat mengetahui informasi mengenai diri saya, hingga saya terheran-heran, dari mana mereka mendapatkan informasi yang cukup detail mengenai diri saya dan juga kartu kredit saya. Informasi tersebut dapat dengan mudah disalah gunakan untuk kepentingan mereka masing-masing.
Menurut pendapat saya, tidak ada orang yang berhak menyebarkan informasi pribadi saya kepada orang lain, termasuk bank pemberi kartu kredit, tanpa mendapatkan ijin dari saya. Hal ini jelas mengganggu privasi saya.
Semoga kita semua dapat menyadari bahaya dari penyebaran informasi yang tidak seharusnya ini dan mencoba menanggulanginya bersama. Jangan sampai, suatu hari nanti anda mendapat telpon dari orang yang mengetahui celana dalam warna apa yang anda pakai pada saat itu :((
God help us!!
Sayangnya, kemudahan penyebaran tersebut tidak diikuti dengan pemahaman yang baik mengenai informasi yang seharusnya/sebaiknya disebarkan dan informasi yang sebaiknya/seharusnya tidak disebarkan. Salah satu kejadian yang sempat membuat heboh dunia adalah kematian Putri Diana yang berusaha menghindari kejaran paparazzi, sungguh suatu kejadian yang menyedihkan.
Hal yang mungkin juga tidak kita sadari adalah penyebaran informasi pribadi kita masing-masing. Setiap hari, informasi mengenai diri kita dapat berpindah tangan dari satu orang/badan ke orang/badan lainnya. Sebagai contoh adalah adanya email spam yang saat ini mulai dianggap sebagai bentuk kriminal. Itu masih belum seberapa. Beberapa hari terakhir ini saya mendapat telepon dari orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai rekanan dari bank yang memberikan kartu kredit kepada saya. Orang-orang tersebut sangat mengetahui informasi mengenai diri saya, hingga saya terheran-heran, dari mana mereka mendapatkan informasi yang cukup detail mengenai diri saya dan juga kartu kredit saya. Informasi tersebut dapat dengan mudah disalah gunakan untuk kepentingan mereka masing-masing.
Menurut pendapat saya, tidak ada orang yang berhak menyebarkan informasi pribadi saya kepada orang lain, termasuk bank pemberi kartu kredit, tanpa mendapatkan ijin dari saya. Hal ini jelas mengganggu privasi saya.
Semoga kita semua dapat menyadari bahaya dari penyebaran informasi yang tidak seharusnya ini dan mencoba menanggulanginya bersama. Jangan sampai, suatu hari nanti anda mendapat telpon dari orang yang mengetahui celana dalam warna apa yang anda pakai pada saat itu :((
God help us!!
Dunia Gila
Sering kali kita tidak dapat membedakan lagi antara yang baik dan jahat atau yang benar dan salah. Terutama di jaman kemajuan teknologi informasi, dimana informasi dapat berasal dari berbagai macam sumber. Semakin banyak kita baca, semakin bingung kita dan semakin kita tidak tahu mana yang benar dan salah.
Subscribe to:
Posts (Atom)