Wednesday, September 10, 2008

Life is not fair

Sering kali kita harus memilih di setiap bagian dari hidup kita , tanpa bisa mengetahui pilihan mana yang benar dan mana yang salah. Kita tidak tahu, di depan, apa akibat dari pilihan-pilihan yang kita buat itu di kemudian hari. Masa depan merupakan suatu hal yang gelap dan tidak dapat kita lihat dari tempat kita berdiri pada saat ini. Walaupun begitu kita tetap harus melakukan pilihan.

Beberapa pilihan merupakan hal kecil yang mungkin dianggap sepele, seperti memilih baju baru, mau makan apa hari ini dan lain sebagainya. Pilihan seperti itu akan relatif mudah untuk dibuat. Tetapi, sering kali kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang besar. Pilihan yang menentukan jalan hidup kita di kemudian hari. Pilihan-pilihan yang bersifat kritikal dimana kita berada di persimpangan jalan yang menuju arah yang sangat berbeda. Kita harus memilih antara orang yang kita cintai dan karir yang ingin kita capai misalnya. Memilih untuk menetap di negara sendiri atau menuntut ilmu di negara lain, sebagai contoh lainnya. Kita diharuskan memilih di antara hal-hal yang tidak ingin kita pilih salah satunya. Kita diharuskan memilih diantara dua hal yang sebenarnya ingin kita dapatkan keduanya.

Sayangnya kesempatan memilih tersebut hanya datang sekali. Setelah kita melakukan pilihan, semua berjalan mengikuti arah telah yang kita pilih. Hari demi hari tanpa kita sadar, kita mungkin meninggalkan hal-hal yang sebenarnya lebih kita ingini. Hari demi hari kita terus disibukkan dengan "kehidupan sehari-hari". Kita sibuk bekerja, belajar, kuliah, bermain , belanja dan lain. Demikian sibuknya hingga sering kali kita lupa atau bahkan tidak sadar bahwa kita telah membuat pilihan.

Kita sibuk dengan mimpi-mimpi yang bisa kita dapat dan menjalani hidup kita seakan-akan kita sedang mencapai mimpi itu dan merasa hal tersebut adalah hal yang paling kita ingini. Sampai pada suatu waktu.. kita telah mencapai mimpi kita dan kita bertanya.. What next? Sampai suatu waktu ketika kita telah mencapai mimpi dan merasakan kekosongan dengan pencapaian yang kita dapat. Kita bertanya, apa yang salah dengan yang kita lakukan? Kita baru berfikir mengenai kesalahan pilihan yang mungkin kita buat.

Sayangnya, ketika kita sadar dan menyesali pilihan-pilihan yang sudah kita buat, kita tidak punya kesempatan untuk melakukan pemilihan ulang. Waktu telah berjalan dan tidak ada sedikit pun waktu yang dapat dikembalikan. Betapapun kita menginginkannya, betapapun kita menyesalinya, betapapun kita berusaha untuk kembali, waktu tidak dapat diputar kembali.

It is not fair, isn't it?